Mengenal PSM Makassar, Salah Satu Klub Tertua di Indonesia

PSM Makassar berdiri pada 1915 dan menjadikannya salah satu klub sepak bola tertua yang masih aktif di Indonesia. Usia itu saja sudah menempatkannya sebagai bagian penting sejarah olahraga nasional.

Julukannya Juku Eja, istilah dalam bahasa Makassar yang berarti ikan merah, sejalan dengan warna merah yang menjadi identitas seragam klub.

Sebagai wakil Sulawesi Selatan, PSM membawa peran khusus: menjadi penyeimbang dominasi klub-klub Jawa di kompetisi nasional. Keberadaannya membuat peta sepak bola Indonesia tidak terpusat di satu pulau.

Pendukung PSM dikenal dengan sebutan Maczman dan beberapa kelompok lain. Kehadiran mereka di tribun, lengkap dengan atribut merah, menjadi ciri khas laga kandang di Makassar.

Letak geografis membuat setiap laga tandang PSM ke Jawa berarti perjalanan udara yang panjang, dan sebaliknya bagi tim yang bertandang ke Makassar. Faktor perjalanan ini nyata pengaruhnya terhadap kesiapan fisik pemain.

Bagi penonton yang ingin melihat sisi lain sepak bola Indonesia di luar poros Jawa, mengikuti perjalanan PSM sepanjang musim adalah cara yang menarik untuk memulainya.