
Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, dan semangat itu juga terasa dalam sepak bolanya. Persebaya Surabaya berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama awal Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond. Klub ini termasuk salah satu pendiri PSSI dan menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola pribumi pada masa kolonial.
Hampir satu abad kemudian, Persebaya tetap menjadi kebanggaan warga Surabaya. Jadwal dan jam tayang WIB laga-laga mereka bisa dipantau di Jalalive.
Akar Sejarah di Masa Pergerakan
Pada masa kolonial, sepak bola menjadi salah satu ruang bagi kaum pribumi untuk menunjukkan jati diri. Persebaya bersama sejumlah bond dari kota lain ikut membentuk PSSI pada 1930 di Yogyakarta. Karena itu, sejarah Persebaya tidak hanya soal olahraga, tetapi juga terkait semangat kebangsaan yang tumbuh di masa pergerakan nasional.
Bajul Ijo dan Warna Hijau
Persebaya dijuluki Bajul Ijo, yang berarti buaya hijau. Julukan ini terhubung dengan lambang kota Surabaya yang menampilkan ikan sura dan buaya. Warna hijau menjadi identitas utama klub, terlihat di jersey, atribut suporter, hingga dekorasi kota ketika Persebaya bertanding.
Kekuatan Tradisional Perserikatan
Di era Perserikatan, Persebaya termasuk tim yang paling disegani dan beberapa kali menjadi juara. Prestasi itu berlanjut setelah kompetisi dilebur menjadi Liga Indonesia, saat Persebaya kembali mampu bersaing di papan atas dan meraih gelar nasional. Perjalanan klub juga sempat diwarnai masa sulit akibat dualisme dan persoalan administrasi, sebelum akhirnya kembali berlaga di kasta tertinggi.
Masa sulit itu justru memperlihatkan betapa kuatnya ikatan klub dengan suporternya. Ketika Persebaya tidak berlaga di kompetisi resmi, banyak pendukung tetap menjaga nama klub tetap hidup melalui berbagai aksi dan kampanye. Kembalinya Persebaya ke kompetisi disambut sebagai kemenangan bersama warga Surabaya. Klub ini juga dikenal rajin mengorbitkan pemain muda dari Surabaya dan sekitarnya, sehingga akademi dan kompetisi internal di kota ini menjadi salah satu sumber talenta penting bagi sepak bola Jawa Timur.
Bonek, Suporter yang Melegenda
Pendukung Persebaya dikenal sebagai Bonek, singkatan dari bondo nekat yang berarti bermodal nekat. Istilah ini menggambarkan semangat suporter yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendukung tim. Seiring waktu, Bonek juga dikenal lewat berbagai kegiatan positif. Beberapa hal yang menonjol dari mereka:
- Loyalitas tinggi, termasuk saat klub menghadapi masa sulit.
- Koreografi besar dan nyanyian yang menggema di stadion.
- Gerakan sosial dan penggalangan dana di berbagai kesempatan.
Kandang di Gelora Bung Tomo
Persebaya kini bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo, stadion berkapasitas besar di Surabaya bagian barat. Sebelumnya, Stadion Gelora 10 November di Tambaksari menjadi rumah legendaris yang menyimpan banyak kenangan. Kedua nama stadion tersebut merujuk pada sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo, memperkuat identitas kepahlawanan klub.
Ketika stadion terisi penuh, lautan hijau di tribun menciptakan tekanan besar bagi tim tamu. Nyanyian Bonek yang bergemuruh sepanjang laga menjadi salah satu atmosfer kandang paling ikonik di Indonesia, dan sering disebut sebagai pemain kedua belas bagi Persebaya.
Tips Mengikuti Persebaya
Laga melawan Arema selalu menjadi sorotan, jadi tandai jadwalnya sejak awal kompetisi. Perhatikan juga aturan suporter tamu yang sering diberlakukan pada laga berisiko tinggi. Untuk informasi lebih luas, kunjungi halaman klub-klub Indonesia dan lihat jadwal dan cara nonton pertandingan berikutnya.





