Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti: Aturan Babak Gugur

Pada kompetisi sistem gugur, hasil imbang tidak menyelesaikan apa pun. Rangkaian aturan yang dipakai untuk menentukan pemenang punya banyak detail yang sering membingungkan penonton, terutama pada bagian adu penalti. Berikut urutannya secara lengkap.

Perpanjangan Waktu

Bila skor masih sama setelah sembilan puluh menit ditambah waktu tambahan, pertandingan dilanjutkan dengan dua babak masing-masing lima belas menit. Kedua babak dimainkan penuh, tidak berhenti ketika salah satu tim mencetak gol. Ada jeda singkat sebelum perpanjangan waktu dimulai dan pergantian sisi lapangan di antara dua babak tambahan tersebut.

Aturan gol emas yang menghentikan pertandingan begitu ada gol sudah lama tidak dipakai. Demikian pula aturan gol tandang, yang telah dihapus di sebagian besar kompetisi besar sehingga hasil agregat imbang langsung berlanjut ke perpanjangan waktu tanpa memperhitungkan di mana gol dicetak.

Pergantian Pemain Tambahan

Setiap tim mendapat satu kesempatan pergantian tambahan saat memasuki perpanjangan waktu, di luar jatah pergantian pada waktu normal. Ada pula kesempatan tambahan untuk melakukannya, sehingga pelatih tidak kehilangan jatah karena pergantian di menit akhir waktu normal. Detail jumlahnya bisa berbeda antar kompetisi, jadi selalu ada kemungkinan variasi.

Urutan Adu Penalti

Jika skor tetap sama setelah perpanjangan waktu, pemenang ditentukan lewat adu penalti dengan urutan berikut:

Aturan Teknis yang Sering Terlewat

Hanya pemain yang berada di lapangan saat peluit akhir perpanjangan waktu berbunyi yang boleh ikut menendang. Jika satu tim memiliki pemain lebih sedikit karena kartu merah, tim lawan harus mengurangi jumlah penendangnya agar sama.

Penjaga gawang wajib memiliki setidaknya satu kaki menyentuh atau sejajar dengan garis gawang pada saat bola ditendang. Pelanggaran atas ini dapat menyebabkan tendangan diulang bila berujung penyelamatan. Penendang tidak boleh berhenti sepenuhnya setelah menyelesaikan gerakan mengambil ancang-ancang, meski jeda kecil masih diperbolehkan.

Kenapa Adu Penalti Terasa Berbeda

Secara teknis, jarak dan ukuran gawang sama seperti penalti biasa. Yang berubah adalah konteksnya: tidak ada permainan yang mengalir, seluruh perhatian tertuju pada satu pemain, dan jeda antar tendangan memberi ruang bagi tekanan mental menumpuk. Inilah sebabnya banyak pelatih melatih bukan hanya teknik tendangan, tetapi juga rutinitas berjalan dari lingkaran tengah menuju titik penalti.

Penutup

Memahami urutan ini membuat menit-menit paling menegangkan dalam sepak bola menjadi lebih mudah diikuti. Penjelasan aturan lainnya tersedia di rubrik berita Jalalive atau kembali ke halaman utama.