
Kartu kuning adalah peringatan resmi, sedangkan kartu merah berarti pemain harus keluar.
Kartu kuning diberikan untuk pelanggaran seperti menjegal lawan yang sedang melancarkan serangan, membuang waktu, memprotes keputusan wasit secara berlebihan, atau merayakan gol dengan melepas kaus. Dua kartu kuning dalam satu laga otomatis berubah menjadi kartu merah.
Kartu merah langsung diberikan untuk pelanggaran yang lebih berat: tekel membahayakan, menghalangi peluang gol yang jelas, kekerasan, atau kiper menyentuh bola dengan tangan di luar kotak penalti. Tim yang kehilangan pemain harus melanjutkan laga dengan sepuluh orang.
Dampaknya tidak berhenti di pertandingan itu. Pemain yang menerima kartu merah biasanya menjalani larangan bermain pada laga berikutnya, dan panjangnya hukuman bergantung pada jenis pelanggaran. Akumulasi kartu kuning sepanjang musim juga bisa membuat pemain absen.
Karena itu pelatih sering menarik keluar pemain yang sudah mengantongi kartu kuning pada babak kedua, terutama bila ia bermain di posisi bertahan dan berisiko melakukan pelanggaran lagi.
Bagi penonton, memperhatikan siapa saja yang sudah dikartu membuat jalannya babak kedua lebih mudah dibaca, karena sering di situlah pelatih mulai menyusun ulang lini pertahanannya. Selengkapnya bisa dilihat di panduan istilah sepak bola.



