
Kompetisi sepak bola di Indonesia sudah berjalan jauh sebelum era siaran langsung. Bentuk dan namanya berganti beberapa kali, namun akar klub-klubnya banyak yang bertahan sampai sekarang.
Era paling awal dikenal dengan sebutan Perserikatan, kompetisi antarklub berbasis kota yang pesertanya berstatus amatir. Banyak klub besar hari ini lahir pada masa itu, dan nama-nama berawalan Pers seperti Persija, Persib, dan Persebaya berasal dari periode tersebut.
Kemudian muncul kompetisi semi-profesional yang berjalan berdampingan dengan Perserikatan, mempertemukan klub-klub yang dikelola perusahaan. Dua jalur ini akhirnya digabungkan menjadi satu kompetisi nasional pada awal 1990-an.
Sejak itu format dan nama kompetisi beberapa kali berubah mengikuti perkembangan pengelolaan liga. Ada masa ketika kompetisi terbagi ke dalam wilayah, ada pula masa ketika seluruh peserta bermain dalam satu klasemen tunggal seperti sekarang.
Perubahan besar lain adalah masuknya pemain asing, penerapan standar lisensi klub, dan kewajiban memiliki tim kelompok umur. Semua itu bagian dari upaya menyesuaikan diri dengan standar profesional yang berlaku di Asia.
Meski struktur terus berubah, satu hal relatif tetap: keterikatan klub dengan kotanya. Identitas kedaerahan inilah yang membuat sepak bola Indonesia punya atmosfer khas yang sulit ditemukan di tempat lain.



