
Persebaya Surabaya termasuk klub tertua yang masih aktif di Indonesia. Berdiri pada 1927, klub ini menjadi bagian penting dari sejarah kompetisi nasional sejak era Perserikatan.
Julukan yang melekat adalah Bajul Ijo, mengacu pada buaya yang menjadi lambang kota Surabaya, serta warna hijau yang identik dengan seragam klub.
Pendukungnya dikenal dengan sebutan Bonek, singkatan dari bondo nekat. Istilah itu lahir dari kebiasaan berangkat mendukung tim ke luar kota dengan bekal seadanya, dan menjadi salah satu fenomena suporter paling dikenal di Indonesia.
Surabaya sebagai kota pelabuhan besar memberi karakter tersendiri pada klub ini. Semangat kerja keras dan keberanian menjadi nilai yang sering dikaitkan dengan identitas tim maupun pendukungnya.
Rivalitas Persebaya dengan Arema FC menghasilkan salah satu laga paling panas di Jawa Timur. Pertemuan kedua tim selalu memerlukan persiapan keamanan yang matang dan menjadi perhatian nasional setiap kali dijadwalkan.
Sepanjang sejarahnya Persebaya mengalami masa pasang surut, termasuk periode konflik pengelolaan yang sempat mempengaruhi keikutsertaannya di kompetisi. Kembalinya klub ke kasta tertinggi disambut sebagai momen penting bagi sepak bola Surabaya.




