
Bicara soal sejarah sepak bola Indonesia, nama Persis Solo hampir pasti muncul. Klub asal Surakarta ini sudah ada sejak zaman kolonial dan ikut membentuk wajah sepak bola nasional seperti yang dikenal sekarang.
Artikel ini mengajak Anda menelusuri jejak Laskar Sambernyawa dari masa ke masa. Jadwal dan jam tayang WIB pertandingan mereka dapat dipantau melalui Jalalive.
Akar Sejarah Sejak 1923
Persis Solo berdiri pada 1923. Pada masa awalnya, klub ini dikenal dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond atau VVB. Nama itu kemudian berganti menjadi Persis, singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta.
Salah satu fakta paling penting adalah peran Persis sebagai salah satu klub pendiri PSSI pada 1930. Status ini membuat Persis memiliki tempat istimewa dalam sejarah organisasi sepak bola Indonesia.
Kejayaan di Era Perserikatan
Pada era Perserikatan, terutama di masa sebelum dan awal kemerdekaan, Persis berkali-kali tampil sebagai juara. Masa keemasan itu menjadi fondasi kebanggaan warga Solo terhadap klub mereka hingga hari ini.
Kisah kejayaan tersebut terus diceritakan dari generasi ke generasi. Bagi banyak pendukung, sejarah panjang inilah yang membedakan Persis dari klub lain, sekaligus menjadi alasan untuk terus berharap tim kesayangan mereka kembali berjaya di level tertinggi.
Julukan Laskar Sambernyawa
Julukan Sambernyawa merujuk pada Pangeran Sambernyawa, sebutan bagi Raden Mas Said, tokoh yang dikenal gigih melawan penjajah dan memiliki ikatan kuat dengan sejarah Surakarta. Julukan ini memberi pesan bahwa tim harus berjuang tanpa kenal lelah.
Warna merah menjadi identitas utama Persis. Di tribun, lautan merah suporter menghadirkan pemandangan yang ikonik setiap kali tim bermain di kandang.
Stadion Manahan dan Pasoepati
Stadion Manahan di Kota Solo adalah markas Persis. Stadion ini dikenal sebagai salah satu stadion yang representatif di Jawa Tengah dan kerap dipakai untuk berbagai acara sepak bola penting.
Pendukung setia Persis dikenal dengan nama Pasoepati. Mereka terkenal dengan nyanyian kompak dan dukungan penuh warna. Selain Pasoepati, ada pula kelompok Surakartans yang turut meramaikan tribun.
Derbi Mataram dan Rivalitas Regional
Pertemuan Persis dengan PSIM Yogyakarta dikenal sebagai Derbi Mataram, merujuk pada akar sejarah kerajaan Mataram yang menaungi kedua wilayah. Selain itu, laga melawan PSIS Semarang juga selalu sarat gengsi sebagai derbi Jawa Tengah. Baca juga ulasan lain seputar sepak bola Indonesia.
Rivalitas ini bukan sekadar soal tiga poin. Ada kebanggaan kota, sejarah panjang, dan identitas budaya yang ikut dipertaruhkan. Karena itu, suasana derbi biasanya terasa jauh lebih panas dibandingkan laga biasa, baik di dalam maupun di luar stadion.
Tips Mengikuti Laga Laskar Sambernyawa
Pertandingan domestik umumnya digelar sore atau malam hari WIB. Biasakan mengecek jadwal pertandingan beberapa hari sebelumnya, lalu konfirmasi ulang menjelang hari laga karena perubahan jam kick-off cukup sering terjadi.
Saat derbi tiba, suasana di Solo biasanya sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Mengikuti diskusi sesama suporter dan membaca sejarah rivalitas akan membuat pengalaman menonton terasa jauh lebih bermakna.




