
RB Leipzig adalah fenomena unik dalam sepak bola Jerman. Didirikan pada 2009, klub ini melesat dari divisi bawah hingga Bundesliga hanya dalam beberapa tahun, sesuatu yang jarang terjadi di negara dengan tradisi klub yang sangat panjang.
Dalam waktu singkat, Leipzig menjadi salah satu klub yang disegani di Bundesliga dan sudah merasakan atmosfer berbagai kompetisi Eropa. Jadwal dan jam tayang WIB laga mereka bisa dipantau di Jalalive.
Awal yang Tidak Biasa
Leipzig memulai perjalanan dari divisi kelima Jerman setelah mengambil alih hak bermain klub kecil SSV Markranstädt. Dengan dukungan finansial dan struktur yang sangat profesional, mereka naik kasta dengan cepat hingga akhirnya promosi ke Bundesliga pada 2016.
Nama resminya adalah RasenBallsport Leipzig, yang berarti olahraga bola di atas rumput. Nama ini dipakai karena aturan di Jerman tidak mengizinkan nama sponsor dalam nama klub, meski singkatannya tetap RB.
Kota dengan Sejarah Sepak Bola Panjang
Meski klubnya muda, Leipzig bukan kota baru bagi sepak bola. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) didirikan di kota ini pada 1900, dan VfB Leipzig tercatat sebagai juara pertama kompetisi nasional Jerman. Setelah lama tanpa wakil di kasta tertinggi, kehadiran RB Leipzig membuat kota ini kembali punya klub di Bundesliga.
Red Bull Arena dan Julukan Die Roten Bullen
Leipzig bermain di Red Bull Arena, stadion modern yang dibangun di dalam area bekas Zentralstadion, stadion legendaris di masa Jerman Timur. Stadion ini juga pernah menjadi salah satu venue Piala Dunia 2006.
Julukan klub adalah Die Roten Bullen atau Banteng Merah, sesuai logo dua banteng yang saling beradu. Warna merah dan putih mendominasi seragam mereka, baik di laga kandang maupun tandang.
Prestasi dan Gaya Bermain
Dalam waktu relatif singkat, Leipzig sudah merasakan trofi dengan menjuarai DFB-Pokal. Mereka juga pernah menembus semifinal Liga Champions, pencapaian besar bagi klub yang usianya masih sangat muda.
Gaya bermain Leipzig dikenal cepat, vertikal, dan mengandalkan pressing tinggi. Klub ini juga gemar merekrut pemain muda berbakat lalu mengembangkannya hingga menjadi bintang yang diburu klub-klub besar Eropa.
Kontroversi dan Rivalitas
Model kepemilikan Leipzig kerap memicu perdebatan di Jerman, terutama terkait aturan 50+1 yang menjaga kendali anggota atas klub. Banyak pendukung klub tradisional memandang Leipzig dengan sinis, sehingga laga tandang mereka sering terasa panas. Leipzig memang belum punya satu rival tradisional, namun banyak pertandingannya sarat gengsi.
Di sisi lain, banyak warga Leipzig dan sekitarnya menyambut klub ini dengan antusias, karena kota mereka akhirnya kembali menikmati laga Bundesliga dan malam-malam Eropa di stadion sendiri.
Kenapa Laga Leipzig Selalu Ditunggu
Permainan cepat dan transisi tajam membuat laga Leipzig jarang membosankan. Karena laga malam di Eropa biasanya jatuh pada dini hari WIB, cek jadwal dan cara nonton sejak jauh hari. Ingin membandingkan dengan klub lain? Lihat juga daftar profil klub yang sudah kami ulas.





